...Dia hanya berdiri dengan mata terbelalak mungkin terkejut sementara aku dengan tubuh penuh luka, pelipis mata kanan yang teriris dan sebuah peluru bersarang di dalam lengan kiri atas mendekati tulang rusukku masih dapat berdiri menahan rasa sakit yang luar biasa... Bodoh! Aku terlalu memaksakan tubuhku untuk melamapui daya tahan manusiawiku!
Aku yakinkan dia jika aku tidak apa-apa, dan diapun sudah mulai melangkah mendekatiku. Polisi itu menembakku cukup dalam, aku katakan padanya. Sutomo hanya diam duduk di pojok pintu, senapan laras panjangnya menutupi mata kirinya. "Aku tidak percaya kau masih bisa berdiri tegap, sakitkah?" tanya E. F. E. Douwes Dekker. Pertanyaan yang bodoh itu tidak aku jawab.
Aku segera menuju jendela dan melihat keluar.
"Kita tidak dapat keluar dari sini, setidaknya hidup-hidup..." kataku pada semua yang berada dalam satu ruangan ini. "Ya, lihatlah polisi-polisi itu, sepertinya mereka tiada letih menanti kita dengan meluruskan lengan mereka dan mengarahkan pistol-pistol itu pada gedung ini," kata Douwes Dekker. "Kita harus meninggalkan tempat ini secepatnya, aku sudah sangat lelah," Sutomo menyambung dari belakang. "Baiklah, kita akan segera pergi dari tempat ini, hidup atau mati, kuharap bocah itu sudah menemukan jalan belakang..." kataku.
"Siapa yang membawa barangnya??" dan kami semua menjadi bingung dan saling memandang...
Kamis, 27 September 2007
Minggu, 02 September 2007
THE SKY HAVE EYES...

Lihat dunia di bawahku...
Tertawa, menangis, berbicara benci, sumpah serapah, intimidasi cinta, politik konyol.
Aku ingin membakar dunia ini dengan api kedamaian, bukan permusuhan.
Menyalakannya, berarti menyelamatkannya, bukan?
Seandainya duniaku semenarik itu...
Lihat dunia di bawahku...
Mereka berbusana kotor, penuh luka, sakit dan cedera.
Mereka tanpa sadar berdiri dengan lutut mereka yang mulai melepuh.
Sudah cukup tua untuk menyelesaikan urusan tentang hidup.
Dan mengakhirinya dengan raungan panjang akhir eksistensi...
Lihat dunia di bawahku...
Memancingku untuk menggunakan akal sehatku.
Bermimpi tentang kemenangan dan bursa teknologi.
Keajaiban modernitas dan perkembangan yang semakin menakjubkan.
Aku tidak ingin menyalahgunakan hal-hal tersebut, aku ingin memanfaatkannya...
Melalui sudut ini aku bercerita...
Tertawa, menangis, berbicara benci, sumpah serapah, intimidasi cinta, politik konyol.
Aku ingin membakar dunia ini dengan api kedamaian, bukan permusuhan.
Menyalakannya, berarti menyelamatkannya, bukan?
Seandainya duniaku semenarik itu...
Lihat dunia di bawahku...
Mereka berbusana kotor, penuh luka, sakit dan cedera.
Mereka tanpa sadar berdiri dengan lutut mereka yang mulai melepuh.
Sudah cukup tua untuk menyelesaikan urusan tentang hidup.
Dan mengakhirinya dengan raungan panjang akhir eksistensi...
Lihat dunia di bawahku...
Memancingku untuk menggunakan akal sehatku.
Bermimpi tentang kemenangan dan bursa teknologi.
Keajaiban modernitas dan perkembangan yang semakin menakjubkan.
Aku tidak ingin menyalahgunakan hal-hal tersebut, aku ingin memanfaatkannya...
Melalui sudut ini aku bercerita...
Langganan:
Postingan (Atom)